Perkembangan Ekonomi Digital Kian Pesat, Apa Saja Yang Perlu Diperhatikan Oleh Entitas Bisnis?

perkembangan ekonomi digital

Sehingga bisa dikatakan, sampai saat ini perkembangan digital memang masih Jabodetabek-sentris; dan itu tidak dimungkiri karena ditinjau dari aksesibilitas sampai infrastruktur memang ada jenjang yang cukup signifikan antara area metro dan non-metro. Dengan populasi yang bejibun, Indonesia dan Tiongkok menyediakan pasar yang begitu besar bagi pelaku bisnis lokal maupun internasional. Jika potensi ini bisa dimanfaatkan dengan baik, sudah pasti akan mendongkrak perekonomian nasional. Setelah melakukan workshop dan roadshow yang dilakukan oleh kementerian dan perlaku industri, terciptalah draft Indonesia E-commerceRoadmap yang saat ini dalam tahap finalisasi di tingkat kabinet. Diharapkan Presiden Joko Widodo dalam waktu dekat melakukan Rapat Terbatas Kabinet untuk memberikan arahan dimulainya pelaksanaan inisiatif-inisiatif solusi terkait dengan isu-isu seputare-commercesehingga mendukung dan mendorong potensi pertumbuhane-commerceIndonesia yang sesungguhnya. Indonesia tahun ini sedang mengalami pertumbuhan ekonomi paling lambat dalam lima tahun terakhir.

perkembangan ekonomi digital

Tetapi pertumbuhan industrie-commercejustru semakin pesat di tengah perlambatan laju ekonomi tanah air. “Bukan tak mungkin nantinya industrie-commercedapat menjadi salah satu tulang punggung perekonomian nasional, ” harap Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara. Tentunya masih banyak lagi dampak dari digitalisasi ekonomi ini bagi masyarakat Indonesia. Namun, 4 poin diatas dapat mewakili dampak positif dari ekonomi berbasiskan digital tersebut. perkembanganEkonomi digital di Indonesia terus mengalami perkembangan yang signifikan. Bahkan, beberapa di antaranya mampu berkembang pesat sehingga menjadi bisnis unicorn. Hal ini mungkin terjadi karena digitalisasi membuat semua transaksi menjadi lebih mudah.

Selain itu, prosesnya juga lebih cepat dan lebih praktis jika dibandingkan dengan transaksi konvensional. Oleh karena itu, digitalisasi ekonomi memegang peranan penting dalam pembangunan Indonesia. Industri perbankan yang sudah lama bisa dikejar, ” kata mantan Menteri Koordinator Ekonomi, Keuangan, dan Industri Indonesia periode ini. Indra juga menggarisbawahi bahwa Undang-Undang Cipta Kerja merupakan bentuk reformasi struktural yang menjadi payung hukum kuat bagi transformasi digital.

Pada tahun 2025, ekonomi digital Indonesia pun akan terus meroket hingga USD 133 miliar. Angka itu jauh di atas runner-up di ASEAN, yakni Thailand dengan ekonomi digital sebesar USD 50 miliar di tahun 2025. Tantangannya, sekalipun perusahaan tersebut memiliki tingkat kapabilitas yang cukup tinggi, menjaga keutuhan keamanan data pribadi penggunanya adalah hal yang tidak mudah. Setiap entitas bisnis digital harus memahami ruang lingkup perlindungan data pribadi di Indonesia dari segi praktik dan regulasinya. Selain itu, perlu ada pemahaman khusus terkait batasan-batasan yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan saat mengumpulkan data pribadi pelanggannya. Beberapa sektor bisnis memang sangat terpukul, misalnya online travel, namun dari sana pula kita bisa melihat bagaimana penyelenggara layanan digital mampu beradaptasi cepat. Ambil contoh, gerak cepat OTA menyelamatkan bisnis dengan gencar mempromosikan layanan transportasi domestik atau model liburan “staycation”.

Laporan dari Google, Temasek, dan Bain & Co. memprediksi bahwa valuasi ekonomi digital Indonesia akan mencapai US$ 133 miliar pada 2025. Melihat agen judi bola data perkembangan fintech yang pesat per April 2020 jumlahnya mencapai 350 fintech dengan volume transaksi 32, 42 miliar dolar AS pada 2019.

Diproyeksi pada 2020 nilainya mencapai 38, 02 miliar dolar AS dan 50 miliar dolar AS pada 2023. Pertumbuhan penggunaan uang elektronik tersebut ditunjukkan dengan peningkatan jumlah uang elektronik beredar dan volume juga nominal transaksi uang elektronik. Per April 2020, jumlah uang elektronik beredar mencapai Rp 412 juta, naik dari Rp 292 juta pada keseluruhan tahun 2019. Sementara jumlah transaksinya secara nominal per 2019 yakni Rp 145 triliun dengan volume 5 miliar. “Semua startup itu kita kembangkan dan kemudian kita hubungkan dengan pelaku usaha di bidang keuangan, ” ujarnya. “Melalui sisk sistem pembayaran 2025, kita development approach, artinya kita bergandengan tangan dengan pemerintah, OJK, asosiasi-asosiasi ini, dan juga dunia usaha untuk mari kita kembangkan startup secara bersama, ” ujarnya.

Sehingga tidak mengherankan dalam statistik e-Conomy platform OTA masih punya posisi signifikan. Gross Merchandise Value jadi matriks yang digunakan untuk mengukur unit ekonomi dalam laporan ini; yakni mengisyaratkan pada nilai transaksi/penjualan yang terjadi dalam kurun waktu tertentu oleh pengguna. GMV untuk ekonomi internet di Asia Tenggara diproyeksikan akan melebihi $100 miliar. Satu hal yang cukup menarik, di Indonesia 56% dari total konsumen layanan digital tahun ini datang dari luar area metro, sementara sisanya yakni 44% masih dari seputaran area metro.

Meski begitu, Sigit mengapresiasi usaha mengatasi kesenjangan digital melalui pemerataan infrastruktur teknologi, misal proyek nasional Palapa Ring. Dalam ekonomi digital setidaknya terdapat 4 hal penting yang terkait dengan aktivitas ekonomi digital, dimana letak geografis tidak lagi relevan, adanya platform tertentu yang menjadi kunci utama dan berkembangnya jejaring kerja serta penggunaan big data. Asean menyampaikan selama dan pascapandemi Covid-19, penguatan infrastruktur ekonomi digital jadi prioritas negara-negara Asia Tenggara. Dengan potensi jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia, Jokowi menyatakan Indonesia berpeluang besar mengisi pasar digital yang tumbuh pesat. Jokowi menegaskan bahwa Asean tidak boleh hanya menjadi sekadar pasar digital, melainkan harus tumbuh menjadi kekuatan besar ekonomi digital. Jokowi menyatakan potensi pasar digital di Tanah Air terus tumbuh menjanjikan sehingga penetrasi pasar internet setiap tahun meningkat sangat signifikan.